
Survei Arfadia mencatat 77% responden belum punya strategi GEO
Sebanyak 77% bisnis yang disurvei PT Arfadia Digital Indonesia belum memiliki strategi formal Generative Engine Optimization atau GEO, menurut cnbcindonesia.com. Pada saat bersamaan, 73% responden menyatakan menaikkan anggaran SEO pada periode 2025–2026, menurut cnbcindonesia.com. Temuan itu berasal dari survei terhadap 127 bisnis pada Januari–Februari 2026, dilaporkan CNBC Indonesia.
Angka tersebut tidak membuktikan bahwa mayoritas bisnis Indonesia tertinggal. Sampelnya terbatas pada responden survei Arfadia. Namun, temuan itu tetap menunjukkan pertanyaan yang layak dibahas tim pemasaran: ketika anggaran SEO naik, apakah informasi inti bisnis sudah cukup jelas untuk dipahami manusia, mesin pencari, dan layanan AI generatif?
Menurut CNBC Indonesia, mengutip Arfadia, GEO bertujuan memperbesar visibilitas merek dalam respons AI seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, Claude. Ini bukan tombol untuk memastikan merek selalu muncul dalam jawaban AI. GEO lebih dekat dengan pekerjaan merapikan sumber informasi agar klaim, layanan, konteks, dan bukti bisnis tidak saling bertabrakan.
Kesenjangan anggaran bukan alasan meninggalkan SEO
SEO masih relevan karena situs perlu dapat ditemukan, dirayapi, dan dikunjungi dari hasil pencarian web. GEO tidak menggantikannya. Perbedaannya berada pada bentuk hasil yang diterima pengguna: pencarian web biasanya menampilkan daftar halaman, sedangkan layanan AI dapat menyusun jawaban dari beberapa sumber sekaligus.
Google memperkenalkan AI Mode dalam bahasa Indonesia pada 9 September 2025 dengan dukungan Gemini 2.5, menurut CNBC Indonesia. Fitur tersebut memberikan jawaban untuk pertanyaan kompleks serta menyertakan tautan ke sumber web. Artinya, halaman situs tetap penting. Yang berubah adalah cara informasi dari halaman itu dapat dipilih, diringkas, dan ditempatkan dalam jawaban.
Masalah muncul bila investasi SEO hanya diterjemahkan menjadi volume artikel atau pengulangan kata kunci. Halaman layanan dapat mendatangkan kunjungan, tetapi tetap membingungkan bila tidak menjelaskan siapa penggunanya, masalah yang ditangani, ruang lingkup layanan, serta batasannya. Dalam konteks jawaban generatif, informasi samar lebih sulit dipakai secara aman sebagai rujukan.
Sebagai contoh hipotetis, sebuah konsultan B2B memakai tiga istilah berbeda untuk layanan yang sama pada halaman beranda, proposal, dan artikel blog. Tim konten dapat memilih satu definisi utama, lalu memperbarui ketiga kanal tersebut. Tujuannya bukan memaksa AI menyebut merek, melainkan mengurangi kemungkinan pelanggan menerima penjelasan yang tidak konsisten.
Mengapa kutipan AI tidak boleh menjadi satu-satunya KPI
Kutipan AI tidak layak menjadi satu-satunya KPI GEO karena hasilnya tidak membuktikan sebab-akibat dan dapat berubah. Menurut CNBC Indonesia, responden berstrategi GEO formal mencatat kutipan AI bulanan rata-rata 3,4 kali lipat dibandingkan kelompok tanpa strategi resmi, lapor Arfadia. CNBC Indonesia juga menegaskan angka tersebut berasal dari survei dan pengukuran internal Arfadia.
Feedberry menilai angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai hipotesis kerja, bukan patokan anggaran. Alasannya jelas: pihak yang menerbitkan survei juga menawarkan layanan GEO, sementara sampel 127 bisnis tidak cukup untuk digeneralisasi menjadi kondisi seluruh pasar Indonesia. Keputusan investasi perlu bertumpu pada audit aset informasi sendiri, bukan pada satu rasio kutipan.
Output AI juga tidak stabil. Studi awal 2026 Rand Fishkin (SparkToro), Patrick O'Donnell (Gumshoe.ai) dirujuk Feedberry. Studi itu melibatkan 600 relawan, 12 perintah identik, serta hampir 3.000 eksekusi pada ChatGPT, Claude, dan Google AI. Peluang memperoleh daftar merek sama dalam dua jawaban dilaporkan kurang dari satu banding 100.
Implikasinya praktis. Tim tidak sebaiknya menilai GEO hanya dengan tangkapan layar satu prompt atau satu hari pengujian. Jawaban AI dapat berubah karena variasi sistem, konteks pertanyaan, atau sumber yang digunakan. Ukur hal yang bisa dikendalikan: kelengkapan halaman prioritas, konsistensi definisi layanan, kejelasan bukti, pembaruan informasi, serta jumlah klaim yang sudah memiliki pemilik dan sumber.
Audit informasi lebih berguna daripada membeli taktik baru
Mulai dari pertanyaan pelanggan yang benar-benar berulang. Ambil lima sampai sepuluh pertanyaan dari percakapan sales, customer service, formulir kontak, atau pencarian internal situs. Lalu petakan halaman mana yang seharusnya menjawab setiap pertanyaan. Bila tidak ada halaman yang menjadi sumber jawaban, itu celah konten yang lebih mendesak daripada eksperimen prompt.
Gunakan audit sederhana berikut untuk setiap halaman prioritas.
- Tulis pertanyaan pelanggan yang ingin dijawab halaman tersebut.
- Periksa apakah jawaban utama muncul pada paragraf awal dengan bahasa spesifik.
- Tandai klaim tentang layanan, harga, lokasi, proses, atau hasil yang belum punya bukti atau tanggal pembaruan.
- Samakan istilah layanan dengan halaman lain, materi penjualan, dan dokumentasi internal.
- Tetapkan pemilik halaman serta jadwal tinjau ulang ketika layanan, kebijakan, atau produk berubah.
Andaikan sebuah bisnis menerima pertanyaan, “Apakah layanan ini cocok untuk perusahaan dengan beberapa cabang?” Halaman layanan yang baik tidak cukup menjawab “cocok”. Halaman itu perlu menerangkan kondisi penggunaan, proses awal, data yang dibutuhkan, pihak yang bertanggung jawab, serta situasi ketika calon pelanggan perlu berdiskusi lebih dahulu. Penjelasan seperti ini membantu pembaca mengambil keputusan dan memberi konteks yang lebih kuat bagi sistem AI.
UNESA juga menekankan bahwa informasi bisnis seperti lokasi, jenis layanan, manfaat utama, harga, dan profil usaha perlu disampaikan secara eksplisit agar mudah dipetakan oleh mesin berbasis AI. Prinsipnya dapat diterapkan tanpa mengubah setiap halaman menjadi materi promosi. Bila harga belum dapat dipublikasikan, jelaskan faktor penentunya. Bila layanan hanya tersedia untuk segmen tertentu, sebutkan batasnya.
Bedakan fakta, promosi, dan informasi yang harus dikendalikan
GEO yang bertanggung jawab membutuhkan tata kelola, bukan sekadar struktur konten. Fakta operasional seperti cakupan layanan, prosedur, kontak, atau persyaratan perlu punya sumber dan penanggung jawab. Klaim promosi perlu dipisahkan dari fakta agar tidak terbaca sebagai janji yang tidak dapat diverifikasi.
Sebagai ilustrasi, tim pemasaran mungkin ingin menulis bahwa layanannya “terbaik” atau “paling cepat”. Tanpa bukti yang dapat ditelusuri, klaim itu tidak membantu pelanggan dan berisiko membuat pesan merek tidak konsisten. Ganti dengan penjelasan yang dapat diperiksa: proses yang dilakukan, jenis masalah yang ditangani, dokumen yang dibutuhkan, dan batas layanan.
Kontrol manusia tetap diperlukan saat bisnis memakai AI untuk menghasilkan atau memperbarui konten. Tentukan siapa yang menyetujui perubahan informasi penting. Batasi akses pengeditan untuk halaman layanan, kebijakan, dan klaim yang memengaruhi keputusan pelanggan. Simpan catatan sumber saat tim memperbarui halaman. Langkah ini lebih bernilai daripada mengejar janji bahwa AI akan selalu merekomendasikan merek.
Saat menilai keamanan informasi pada layanan AI, pertimbangkan informasi yang aman dibagikan, pihak yang memiliki akses, serta waktu peninjauan ulang data.
Langkah kerja untuk minggu ini
Pilih satu layanan atau produk yang paling sering ditanyakan pelanggan. Kumpulkan semua halaman, proposal, FAQ, dan materi sales yang menjelaskannya. Bandingkan definisi, proses, serta batas layanannya. Perbaiki konflik informasi lebih dahulu.
Setelah itu, buat satu halaman sumber yang menjawab pertanyaan utama dengan bukti dan konteks memadai. Jangan langsung mengukur keberhasilan dari jumlah penyebutan AI. Dalam empat minggu berikutnya, pantau apakah halaman itu tetap akurat setelah ada perubahan layanan dan apakah tim sales atau customer service masih harus menjelaskan hal yang seharusnya sudah dijawab situs. Dari sana, perluas audit ke halaman prioritas berikutnya.
Frequently asked questions
Apa itu GEO?
GEO adalah upaya meningkatkan peluang informasi merek ditemukan, dikutip, atau direkomendasikan oleh layanan AI generatif. Fokusnya adalah kejelasan, konteks, konsistensi, serta kredibilitas sumber informasi.
Apakah GEO menggantikan SEO?
Tidak. SEO tetap membantu situs ditemukan melalui pencarian web. GEO melengkapi SEO dengan memastikan informasi bisnis cukup jelas untuk dipahami dan dirangkum dalam pengalaman pencarian berbasis AI.
Apakah angka 77% berlaku untuk seluruh bisnis Indonesia?
Tidak dapat disimpulkan demikian. Angka tersebut berasal dari survei Arfadia terhadap 127 bisnis pada Januari–Februari 2026, menurut CNBC Indonesia. Temuan itu adalah sinyal dari sampel survei, bukan sensus seluruh bisnis Indonesia.
Apakah strategi GEO pasti meningkatkan kutipan AI?
Belum tentu. Arfadia melaporkan rata-rata kutipan lebih tinggi pada responden yang memiliki strategi formal, tetapi CNBC Indonesia menyebut data itu belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Jawaban AI juga dapat berubah untuk pertanyaan serupa.
Apa langkah pertama menyiapkan GEO?
Audit pertanyaan pelanggan dan halaman yang menjawabnya. Periksa konsistensi istilah, kelengkapan informasi layanan, sumber klaim, serta siapa yang bertanggung jawab memperbarui halaman ketika informasi berubah.
References
- CEO Arfadia Sebut 77% Bisnis yang Disurvei Belum Punya Strategi GEO · CNBC Indonesia
- 77% Bisnis Belum Punya Strategi GEO, Anggaran SEO Tetap Naik · Feedberry
- Menguasai GEO Strategi Konten Baru Agar Bisnis Ditemukan oleh Mesin Pencari Berbasis AI · Universitas Negeri Surabaya


