
Apa yang berubah pada akses AI dan Google Search siswa?
Google dilaporkan akan mengubah pengaturan layanan bagi akun siswa yang dikelola sekolah. Menurut Jawa Pos, akses ke Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search akan dinonaktifkan untuk akun siswa TK hingga SMA sampai administrator sekolah mengaktifkannya secara eksplisit. Perubahan ini memindahkan keputusan akses dari pengaturan otomatis ke kendali administrator.
Sekolah tidak harus membuka semua layanan sekaligus. Batam Pos melaporkan bahwa administrator dapat memberi izin per layanan. Vietnam.vn juga menyebut sekolah dapat mengaktifkan Google Search tanpa harus mengaktifkan Gemini atau NotebookLM. Namun, ada batas penting: sekolah yang ingin meniadakan seluruh unsur AI dari Search tidak dapat mempertahankan pengalaman Google Search seperti sebelumnya karena AI Overviews dan AI Mode sudah terintegrasi dalam produk pencarian tersebut, menurut Vietnam.vn.
Artinya, isu ini bukan sekadar memilih antara “AI aktif” atau “AI mati”. Administrator perlu menentukan layanan mana yang dibutuhkan siswa, fungsi AI apa yang dapat diterima dalam proses belajar, dan bagaimana sekolah menjelaskan pembatasan itu kepada guru serta siswa.
Mengapa izin administrator menjadi pusat kebijakan ini?
Menurut Batam Pos, Chris Phillips, Wakil Presiden dan Manajer Umum Google untuk sektor pendidikan, menyatakan perubahan tersebut dibuat setelah masukan dari sekolah, guru, peneliti, dan pembuat kebijakan. Tujuannya memberi sekolah kendali lebih besar atas penggunaan AI oleh siswa. Batam Pos juga melaporkan Google akan membatalkan pengaturan dari musim panas sebelumnya ketika sejumlah fitur AI di Classroom aktif secara otomatis.
Kendali ini penting karena sekolah menghadapi kebutuhan yang berbeda. Guru mungkin memerlukan Search untuk tugas riset, sementara sekolah ingin membatasi fitur generatif yang dapat menghasilkan ringkasan atau jawaban. Vietnam.vn melaporkan Google menyiapkan Pembelajaran Terbimbing, sebuah fitur yang dirancang untuk membantu siswa memecahkan masalah langkah demi langkah alih-alih langsung memberi jawaban lengkap. Meski begitu, fitur pendukung belajar tidak menggantikan kebijakan kelas mengenai sitasi, verifikasi sumber, dan batas bantuan AI.
Sebagai ilustrasi hipotetis, sebuah SMA dapat mengizinkan Google Search untuk seluruh akun siswa, lalu membatasi layanan AI generatif pada kelompok kelas tertentu yang sudah memiliki panduan penggunaan. Guru kelas riset dapat meminta siswa mencatat sumber yang ditemukan, alasan sumber itu dipercaya, serta bagian mana dari pekerjaan yang dibantu alat AI. Konfigurasi teknis dan aturan akademik perlu berjalan bersama; membuka akses tanpa panduan kelas hanya memindahkan masalah ke guru.
Dilema Search dan AI yang perlu dipahami sekolah
Sekolah dapat mengaktifkan Search secara terpisah dari Gemini atau NotebookLM, berdasarkan laporan Vietnam.vn. Namun, pemisahan layanan tidak sama dengan menghapus semua unsur AI dari pengalaman pencarian. AI Overviews dan AI Mode telah menjadi bagian dari Search, sehingga penolakan total terhadap AI dapat berdampak pada ketersediaan Search untuk akun siswa terkelola, menurut sumber yang sama.
Dilema ini perlu dibahas secara jujur dalam rapat kebijakan. Pertanyaan yang lebih berguna bukan “apakah sekolah pro-AI?”, melainkan “fungsi apa yang diperlukan siswa, risiko apa yang ingin dikendalikan, dan kontrol apa yang tersedia?” Search tetap dipakai untuk menemukan bahan awal, membandingkan sumber, dan memeriksa klaim. Pada saat bersamaan, ringkasan hasil pencarian atau jawaban generatif tetap perlu diperiksa terhadap sumber asli.
Misalnya, guru dapat memberi tugas membandingkan dua sumber primer atau lembaga tepercaya, bukan hanya meminta siswa menyalin jawaban dari hasil pencarian. Jika Search tersedia tetapi fitur AI tertentu dibatasi, guru perlu menuliskan alternatif workflow riset: cari topik, buka sumber asli, catat penulis dan tanggal, bandingkan klaim, lalu susun jawaban dengan sitasi. Langkah tersebut membuat siswa tetap memiliki jalur belajar ketika konfigurasi layanan berubah.
Dampak praktis bagi administrator, guru, dan siswa
Administrator sekolah perlu memperlakukan perubahan ini sebagai pekerjaan tata kelola akses, bukan sekadar pembaruan tombol di konsol admin. Mereka perlu mengetahui akun mana yang termasuk akun siswa terkelola, layanan mana yang digunakan dalam pembelajaran, siapa pemilik keputusan, dan bagaimana perubahan diuji. Batam Pos menyebut layanan baru dapat diakses setelah administrator memberi persetujuan eksplisit, sehingga kesalahan konfigurasi dapat langsung terasa pada aktivitas belajar.
Langkah awal yang realistis adalah membuat daftar layanan dan statusnya. Catat Google Search, Gemini, Gemini Notebook, serta Gemini in Classroom; tentukan kelompok pengguna; lalu tunjuk penanggung jawab persetujuan. Setelah itu, uji konfigurasi memakai akun siswa uji sebelum kebijakan diterapkan lebih luas. Pengujian perlu memeriksa apakah siswa dapat mengakses layanan yang memang diizinkan dan apakah pesan pembatasan cukup jelas saat layanan tidak tersedia.
Guru membutuhkan prosedur yang lebih sederhana. Mereka perlu tahu layanan apa yang dapat dipakai siswa, tujuan penggunaan yang diperbolehkan, dan jalur pelaporan bila akses mendadak tertutup. Sebagai contoh hipotetis, seorang guru memberi tugas riset sejarah yang mengharuskan siswa mencari arsip atau publikasi lembaga. Sebelum tugas dibagikan, guru memeriksa akses Search melalui akun siswa uji dan menyediakan daftar sumber cadangan. Jika akses tidak tersedia, siswa tidak kehilangan waktu pelajaran hanya untuk menebak apakah masalahnya ada pada perangkat, jaringan, atau izin akun.
Bagi siswa, aturan harus diterjemahkan menjadi instruksi yang dapat dilakukan. Mereka perlu memahami bahwa jawaban dari AI atau ringkasan pencarian bukan sumber akhir. Guru dapat meminta siswa menyimpan tautan sumber, membedakan kutipan dari parafrase, dan menyatakan bila alat AI digunakan untuk membantu menyusun pertanyaan atau memahami konsep. Pendekatan ini menjaga fokus pada proses belajar, bukan semata akses ke fitur.
Checklist kebijakan akses yang dapat disiapkan sekarang
Perubahan ini menuntut sekolah menyatukan keputusan teknis dan keputusan pembelajaran. Administrator tidak sebaiknya mengaktifkan layanan hanya karena tersedia, sedangkan guru tidak sebaiknya menyusun tugas dengan asumsi semua fitur dapat diakses. Menurut Vietnam.vn, penerapan penonaktifan layanan untuk akun siswa sekolah menengah dilaporkan mulai awal 2027. Karena jadwal tersebut bersumber dari pemberitaan media, sekolah perlu memeriksa pembaruan dokumentasi dan konsol administrasi Google yang mereka gunakan.
Gunakan checklist berikut sebelum semester atau program baru dimulai:
- Petakan akun siswa, guru, dan admin yang terdampak konfigurasi.
- Daftarkan layanan yang dibutuhkan untuk pembelajaran, termasuk Search dan fitur AI terkait.
- Tentukan layanan yang boleh diaktifkan, layanan yang perlu pembatasan, serta pihak pemberi persetujuan.
- Uji akses menggunakan akun siswa uji dan catat hasilnya.
- Siapkan instruksi guru untuk tugas riset, penggunaan AI, verifikasi sumber, dan pelaporan masalah akses.
- Tinjau ulang konfigurasi setelah menerima keluhan siswa atau perubahan dokumentasi layanan.
Untuk langkah berikutnya, buat satu halaman matriks akses sebelum rapat teknologi sekolah berikutnya. Isi dokumen itu dengan nama layanan, kelompok pengguna, status izin, pemilik keputusan, kebutuhan pembelajaran, serta prosedur bila layanan gagal diakses. Setelah matriks selesai, minta seorang guru menguji satu skenario tugas riset melalui akun siswa. Hasil uji tersebut dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih nyata daripada keputusan yang hanya dibuat dari asumsi.
Untuk konteks perubahan akses yang lebih luas, pembaca dapat melihat artikel pilar berjudul Google Ubah Akses Gemini dan Search untuk Akun Siswa di Sekolah.
Frequently asked questions
Apakah sekolah harus mengaktifkan semua fitur AI Google?
Tidak. Batam Pos melaporkan administrator dapat memberi izin untuk setiap layanan secara terpisah. Sekolah dapat menilai kebutuhan Google Search, Gemini, Gemini Notebook, dan Gemini in Classroom sesuai kebijakan pembelajaran.
Apakah Google Search bisa diaktifkan tanpa Gemini?
Menurut Vietnam.vn, sekolah dapat mengaktifkan Google Search secara terpisah tanpa mengaktifkan Gemini atau NotebookLM. Namun, sekolah tidak dapat menghapus seluruh unsur AI dari pengalaman Search karena AI Overviews dan AI Mode telah terintegrasi di dalamnya.
Siapa yang memberi izin akses untuk akun siswa?
Administrator sekolah memegang peran utama dalam konfigurasi akses akun siswa terkelola. Menurut Batam Pos, layanan akan nonaktif sampai administrator memberi persetujuan eksplisit.
Apa yang perlu dilakukan guru sebelum memberi tugas riset?
Guru perlu memeriksa layanan yang benar-benar tersedia untuk akun siswa dan menyiapkan sumber atau instruksi alternatif. Tugas juga sebaiknya meminta siswa membuka sumber asli, bukan hanya memakai ringkasan hasil pencarian atau jawaban AI.
Apakah perubahan ini berarti siswa dilarang memakai AI?
Tidak otomatis. Kebijakan yang diberitakan berfokus pada kendali sekolah atas layanan AI dan Search untuk akun terkelola. Sekolah tetap perlu menetapkan sendiri tujuan penggunaan, batas bantuan AI, dan aturan verifikasi sumber.
References
- Google Wajibkan Izin Sekolah untuk Akses AI dan Search · Batam Pos
- Google membatasi akses pencarian bagi siswa di sekolah-sekolah yang menolak menggunakan AI. · Vietnam.vn
- Guardian's Guide to AI in Google for Education · Google for Education
- Google Bikin Aturan Baru, Siswa Tak Bisa Pakai Search Jika ... · www.jawapos.com


