Back to Blog
Strategy

50 Tendik UIN KHAS Jember Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi AI

50 tendik UIN KHAS Jember mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi AI skema Digital Marketing serta Data Management Staff.

Gambar ilustrasi buatan AI: 50 Tendik UIN KHAS Jember Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi AI

50 tendik UIN KHAS Jember mengikuti pelatihan AI

Sebanyak 50 tenaga kependidikan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Berbasis Artificial Intelligence atau AI. Menurut K-Radio Jember serta NU Online Jawa Timur, UIN KHAS Jember berkolaborasi dengan IBLU Academy menyelenggarakan kegiatan di Gedung BEC International Class sejak Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut K-Radio Jember, peserta merupakan tendik yang lolos seleksi dari 157 orang di lingkungan kampus. K-Radio Jember melaporkan pelatihan dijadwalkan berjalan selama tiga hari, Senin sampai Rabu, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Ujian sertifikasi BNSP oleh asesor dijadwalkan bagi peserta pascapembelajaran, Kamis, 29 Oktober 2026.

Program ini tidak hanya membahas penggunaan AI secara umum. Peserta dibagi ke dua skema kompetensi yang dekat dengan kebutuhan kerja administrasi dan komunikasi kampus, yaitu Digital Marketing serta Data Management Staff. Pembagian tersebut membuat materi dapat dikaitkan dengan tugas unit kerja, bukan berhenti pada pengenalan alat.

Dua skema kompetensi yang dipelajari peserta

Skema Digital Marketing berfokus pada strategi branding, publikasi kegiatan kehumasan, serta pemahaman pola komunikasi digital. Menurut NU Online Jawa Timur, kompetensi ini ditujukan untuk menunjang penyebarluasan informasi dan penguatan citra positif institusi melalui kanal digital.

Dalam pekerjaan kampus, kemampuan ini dapat dipakai untuk menata alur publikasi informasi. Sebagai ilustrasi hipotetis, unit humas menerima agenda kegiatan dari beberapa fakultas. Staf dapat terlebih dahulu memeriksa fakta pokok, sasaran pembaca, jadwal publikasi, dan kanal yang dipakai. AI kemudian dapat membantu menyiapkan beberapa draf pengumuman. Petugas humas tetap memeriksa nama, tanggal, tautan, dan nada komunikasi sebelum materi dipublikasikan.

Menurut K-Radio Jember, program Data Management Staff mengandalkan AI untuk mengolah, menganalisis data, menunjang keputusan strategis kampus. Fokus ini relevan bagi pekerjaan yang mengumpulkan, merapikan, dan menyajikan data dari berbagai unit.

Contoh hipotetisnya, sebuah biro perlu menyiapkan rekap permohonan layanan dari beberapa formulir internal. Staf dapat menyatukan data ke format yang sama, menandai entri ganda atau kosong, lalu memakai AI untuk membantu mengelompokkan jenis permohonan. Hasil pengelompokan perlu diperiksa kembali terhadap data asli sebelum dipakai sebagai bahan rapat. AI membantu membaca pola, sedangkan petugas memastikan konteks dan ketepatan hasilnya.

Mengapa pelatihan ini dikaitkan dengan layanan kampus

K-Radio Jember melaporkan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan digital pegawai agar pelayanan kampus menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Dalam arahannya, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof. M. Khusna Amal juga menempatkan penguasaan teknologi digital sebagai kebutuhan untuk memperkuat layanan publik yang responsif.

Kebutuhan tersebut dapat dilihat dari proses kerja sehari-hari. Layanan kampus sering melibatkan pertanyaan berulang, dokumen dari banyak unit, pembaruan informasi, serta rekap data untuk evaluasi. Pelatihan yang menghubungkan AI dengan dua fungsi kerja spesifik memberi peserta titik awal yang lebih jelas: komunikasi digital pada satu sisi, pengelolaan data pada sisi lain.

Namun, kecepatan bukan satu-satunya ukuran. Keluaran AI dapat keliru, tidak lengkap, atau memakai konteks yang tidak sesuai. Karena itu, penerapannya perlu dimulai dari tugas berisiko rendah dan tetap memiliki pemeriksaan manusia. Draf publikasi dapat ditinjau editor. Rekap data dapat dicocokkan petugas. Keputusan tentang layanan, kebijakan, atau data individu tidak seharusnya diserahkan penuh kepada sistem.

Sertifikasi memberi tahap evaluasi setelah pelatihan

Pelatihan dan sertifikasi memiliki fungsi berbeda. Pelatihan memberi ruang untuk mempelajari materi serta praktik kompetensi. Sertifikasi menjadi tahap asesmen terhadap kompetensi pada skema yang diikuti. Dalam kegiatan ini, peserta dijadwalkan mengikuti uji sertifikasi oleh asesor BNSP setelah rangkaian pelatihan, menurut K-Radio Jember.

Pembeda itu penting bagi institusi. Sertifikat bukan pengganti prosedur kerja yang baik, tetapi dapat menjadi penanda bahwa peserta telah melalui proses pembelajaran dan asesmen sesuai skema. Setelahnya, unit kerja masih perlu menentukan pekerjaan mana yang relevan untuk diterapkan, siapa penanggung jawabnya, dan bagaimana hasil kerja diperiksa.

Sebagai contoh hipotetis, peserta dari unit data dapat memulai dari satu pekerjaan berulang, seperti menyusun daftar permintaan layanan mingguan. Ia mendokumentasikan tahapan manual, menentukan data yang boleh digunakan, lalu membuat format pemeriksaan hasil. Uji coba dapat dihentikan bila ditemukan kesalahan klasifikasi atau informasi yang tidak dapat ditelusuri. Cara ini lebih aman dibanding langsung menerapkan AI pada seluruh proses administrasi.

Langkah setelah pelatihan bagi unit kerja kampus

Nilai pelatihan akan lebih terasa bila kompetensi peserta diterjemahkan menjadi perbaikan proses kerja. Kepala unit dapat meminta peserta mencatat satu proses yang sering memakan waktu, mengulang input data, atau menyebabkan informasi terlambat diterbitkan. Catatan itu perlu memuat urutan pekerjaan, dokumen yang dipakai, petugas yang terlibat, dan titik keputusan manusia.

Tahap berikutnya adalah memilih percobaan kecil. Unit humas dapat menguji template draf pengumuman untuk informasi nonrahasia. Unit administrasi dapat menguji pengelompokan pertanyaan yang paling sering masuk. Setiap hasil perlu dibandingkan dengan pekerjaan manual agar unit mengetahui apakah keluaran AI sudah cukup tepat dan mudah diperiksa.

UIN KHAS Jember juga menyatakan pelatihan serupa direncanakan bagi tendik yang belum terpilih pada kesempatan berikutnya, menurut K-Radio Jember. Bagi institusi lain, langkah praktisnya adalah memilih satu layanan prioritas, menetapkan pemilik proses, menentukan data yang aman untuk uji coba, lalu menyusun daftar pemeriksaan sebelum hasil AI dipakai dalam layanan publik.

Pembaca yang ingin melihat konteks pengembangan kemampuan AI dan pemasaran digital dapat membaca artikel pilar berjudul “Fakultas Ekonomi UIN Jambi Dorong UMKM Manfaatkan AI dan Pemasaran Digital”.

Frequently asked questions

Kapan pelatihan AI untuk tendik UIN KHAS Jember berlangsung?

Pelatihan dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026, di Gedung BEC International Class. Menurut K-Radio Jember, rangkaian pembelajaran dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu.

Berapa peserta pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini?

Sebanyak 50 tenaga kependidikan mengikuti program tersebut. K-Radio Jember melaporkan mereka diseleksi dari total 157 tendik di lingkungan UIN KHAS Jember.

Apa saja skema kompetensi dalam pelatihan ini?

Peserta mengikuti skema Digital Marketing dan Data Management Staff. Menurut NU Online Jawa Timur, skema pertama berhubungan dengan branding serta komunikasi digital, sedangkan skema kedua berfokus pada pengolahan dan analisis data.

Siapa mitra pelaksanaan pelatihan AI UIN KHAS Jember?

Kegiatan ini merupakan kerja sama UIN KHAS Jember dengan IBLU Academy atau International Better Learning Upgrader Academy. Informasi kerja sama tersebut dilaporkan oleh K-Radio Jember dan NU Online Jawa Timur.

Apakah hasil AI dapat langsung dipakai untuk keputusan kampus?

Tidak sebaiknya langsung dipakai tanpa pemeriksaan. AI dapat membantu menyiapkan draf atau mengelompokkan informasi, tetapi petugas perlu memeriksa ketepatan data, konteks, dan dampaknya sebelum hasil digunakan.

References

  1. Radio Streaming · K-Radio Jember
  2. Siapkan Tendik Adaptif di Era Digital, UIN KHAS Jember Gelar Pelatihan AI · NU Online Jawa Timur
  3. 50 Tenaga Kependidikan UIN KHAS Jember Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Berbasis AI · Sekilas Media

You do not need to know what to automate.That is our job.

Let us work it out together.