
Apa yang dibahas dalam Workshop FEBI Berdampak UIN STS Jambi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mendorong UMKM memanfaatkan artificial intelligence atau AI serta pemasaran digital untuk merespons perubahan perilaku konsumen dan persaingan usaha. Workshop FEBI Berdampak bertajuk Smart UMKM AI, Digital Marketing dan Transformasi Bisnis Masa Depan menjadi wadah penyampaian ajakan tersebut, Selasa, 27 Oktober 2026.
Laman UIN Jambi menyebut acara di Amphitheater GCR Wing C UIN STS Jambi dibuka oleh Wakil Rektor Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Pahmi SY., M.Si. Workshop membahas penggunaan AI, pemasaran digital, serta inovasi bisnis. Fokusnya bukan mengganti peran pemilik usaha, melainkan membantu UMKM memahami perubahan cara pelanggan mencari informasi, bertanya, dan mengambil keputusan pembelian.
Jambi Prima melaporkan bahwa Pahmi menilai UMKM perlu beradaptasi dengan teknologi agar dapat menjangkau pasar lebih luas dan menghadapi persaingan. Namun, pesan penting dari kegiatan ini bukan sekadar memakai aplikasi AI. Teknologi perlu dipakai untuk menyelesaikan masalah usaha yang spesifik, lalu hasilnya diperiksa dari waktu ke waktu.
AI untuk UMKM dimulai dari masalah kerja yang nyata
AI untuk UMKM paling berguna ketika dipakai pada pekerjaan berbasis informasi yang berulang dan dapat diperiksa manusia. Contohnya, menyusun draf deskripsi produk, mengelompokkan pertanyaan pelanggan, merangkum masukan dari chat, atau membuat beberapa pilihan caption promosi. Hasil AI tetap berupa draf, bukan keputusan final otomatis.
Pemasaran digital memiliki fungsi berbeda. Pemasaran digital mencakup cara usaha menjangkau, berkomunikasi, dan melayani pasar melalui kanal digital. AI dapat membantu mengolah informasi dalam proses tersebut. Otomasi menjalankan langkah berdasarkan aturan tetap, misalnya formulir masuk lalu data dicatat ke daftar pelanggan. AI agent berbeda lagi karena dapat menjalankan beberapa langkah memakai konteks dan alat untuk mencapai tujuan. Tidak semua aplikasi AI atau workflow pemasaran perlu disebut AI agent.
Sebagai ilustrasi hipotetis, usaha katering rumahan menerima pertanyaan melalui WhatsApp dan media sosial. Pemilik menemukan pertanyaan yang paling sering muncul berkaitan dengan menu, jadwal pengiriman, minimum pesanan, dan ketersediaan stok. Selama satu minggu, pemilik dapat mengumpulkan pertanyaan itu dalam satu dokumen, menyusun jawaban yang benar, lalu memakai AI untuk mengelompokkan pesan baru ke kategori yang sama. Admin tetap memeriksa jawaban sebelum mengirimnya, terutama bila menyangkut harga, stok, atau permintaan khusus.
Pengujian kecil seperti ini lebih masuk akal daripada langsung menggunakan banyak alat. UMKM dapat melihat proses mana yang menghabiskan waktu, informasi mana yang sering dicari pelanggan, dan bagian mana yang tidak boleh diserahkan kepada sistem.
Untuk memahami fondasinya, pembaca dapat melihat pembahasan tentang AI untuk UMKM Cara Bisnis Kecil Menggunakan Artificial Intelligence untuk Berkembang.
Pendampingan dan literasi digital menentukan penerapan
Penggunaan AI tidak cukup berhenti pada pelatihan satu kali. Artikel pengabdian masyarakat berjudul Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Pemasaran Digital Bagi Kelompok Rumah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Labuhanbatu menyebut keterbatasan literasi digital dan sumber daya sebagai hambatan dalam penerapan AI untuk pemasaran. Artikel tersebut juga menekankan perlunya pelatihan serta pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Artinya, pelaku usaha perlu mempelajari alur kerja dasar sebelum menilai sebuah alat bermanfaat atau tidak. Mereka perlu mengetahui sumber informasi produk, siapa yang menjawab pelanggan, kapan respons harus ditinjau, dan bagaimana kesalahan diperbaiki. AI tidak dapat memperbaiki data produk yang sudah keliru sejak awal.
Sebagai contoh hipotetis, toko pakaian lokal ingin memakai AI untuk menyiapkan caption katalog. Pemilik perlu lebih dulu membuat daftar bahan, ukuran, warna, cara perawatan, harga, dan stok yang benar. AI kemudian dapat membantu membuat beberapa versi caption berdasarkan data tersebut. Sebelum dipublikasikan, pemilik memeriksa apakah caption menyebut ukuran dan harga sesuai katalog terbaru. Tahap ini mencegah promosi yang menarik tetapi tidak akurat.
Pendampingan juga diperlukan agar UMKM tidak membagikan data sensitif secara sembarangan. Informasi pelanggan, nomor kontak, catatan pembayaran, atau dokumen internal sebaiknya tidak dimasukkan ke alat AI tanpa memahami aturan akses dan perlindungan datanya. Untuk pekerjaan yang berdampak pada pelanggan, pemilik atau staf yang ditunjuk perlu memegang keputusan akhir.
Integritas dan kepercayaan tetap menjadi bagian dari pemasaran
Jambi Prima melaporkan bahwa Pahmi menekankan penguasaan teknologi perlu diimbangi kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan membangun kepercayaan konsumen. Bagi UMKM, prinsip ini terlihat dalam praktik sederhana: informasi produk harus benar, respons tidak menyesatkan, dan kesalahan perlu diperbaiki secara terbuka.
AI dapat menghasilkan kalimat yang terdengar meyakinkan meski tidak sesuai kondisi usaha. Karena itu, jangan mengizinkan sistem membuat klaim tentang diskon, stok, manfaat produk, waktu pengiriman, atau kebijakan pengembalian tanpa data yang telah disetujui. Pemeriksaan manusia bukan hambatan bagi otomatisasi. Pemeriksaan adalah pengendalian mutu.
Andaikan sebuah usaha menerima permintaan pelanggan untuk produk yang stoknya terbatas. Sistem boleh mengelompokkan pesan sebagai pertanyaan stok dan menyiapkan draf jawaban. Namun, konfirmasi ketersediaan harus dilakukan staf yang memegang data aktual. Jika AI langsung menjanjikan barang tersedia, usaha berisiko mengecewakan pelanggan dan merusak kepercayaan.
Pembagian tugas dapat dibuat sederhana. AI membantu membuat draf dan ringkasan. Staf memeriksa data produk. Pemilik menyetujui perubahan kebijakan, harga, promo, atau pesan yang berpotensi menimbulkan komitmen kepada pelanggan. Pengaturan ini membantu usaha memakai teknologi tanpa kehilangan kendali.
Cara memulai setelah workshop dengan evaluasi sederhana
Langkah awal yang realistis adalah memilih satu proses pemasaran yang berulang, bukan langsung membuat seluruh operasi berbasis AI. Proses itu sebaiknya mudah diamati dan risikonya rendah, misalnya pencatatan pertanyaan pelanggan atau penyusunan draf konten berdasarkan katalog yang sudah tersedia.
Pertama, tulis alur kerja saat ini. Contohnya: pelanggan bertanya tentang menu, admin membaca pesan, admin mencari informasi, lalu admin membalas. Kedua, tandai bagian yang berulang. Ketiga, siapkan data rujukan yang benar seperti daftar menu, harga, jam layanan, serta aturan pengiriman. Keempat, gunakan AI hanya untuk satu tugas, misalnya mengelompokkan pertanyaan atau membuat draf balasan. Kelima, tentukan siapa pemeriksa akhir sebelum hasil dipakai.
Setelah percobaan awal, buat catatan evaluasi. Catat pertanyaan apa yang paling sering muncul, bagian mana yang masih harus dikerjakan manual, kesalahan apa yang ditemukan, dan informasi apa yang tidak aman untuk dibagikan ke alat AI. Tidak perlu mengejar angka yang tidak dapat dibuktikan. Fokus pada apakah proses menjadi lebih rapi, respons lebih konsisten, dan staf lebih mudah menemukan informasi yang benar.
Penekanan ini sejalan dengan pernyataan Pahmi di laman UIN Jambi bahwa dampak program perlu diamati, dievaluasi, dan dicatat terus-menerus. Pelaku UMKM dapat memulai minggu ini dengan memilih satu sumber pertanyaan pelanggan, membuat daftar pertanyaan berulang, menyetujui jawabannya, lalu menguji AI sebagai pembuat draf selama beberapa hari. Tinjau hasilnya bersama orang yang bertanggung jawab atas layanan pelanggan sebelum memperluas penggunaan.
Frequently asked questions
Kapan Workshop FEBI Berdampak UIN STS Jambi berlangsung?
Workshop berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026 di Amphitheater GCR Wing C UIN STS Jambi. Informasi kegiatan dimuat oleh UIN Jambi dan Jambi Prima.
Apa tema Workshop FEBI Berdampak UIN Jambi?
Tema kegiatan adalah Smart UMKM AI, Digital Marketing dan Transformasi Bisnis Masa Depan. Workshop membahas AI, pemasaran digital, dan inovasi bisnis bagi UMKM.
Apakah AI sama dengan pemasaran digital?
Tidak. Pemasaran digital adalah aktivitas menjangkau dan melayani pasar melalui kanal digital. AI dapat membantu pekerjaan dalam proses itu, seperti mengolah informasi atau membuat draf materi.
Proses apa yang sebaiknya diuji lebih dulu oleh UMKM?
Mulailah dari pekerjaan berulang dan berisiko rendah, seperti mengelompokkan pertanyaan pelanggan atau menyiapkan draf balasan berdasarkan informasi produk yang sudah disetujui. Hasil tetap perlu diperiksa manusia.
Mengapa UMKM perlu pendampingan saat memakai AI?
Artikel pengabdian masyarakat tentang UMKM Labuhanbatu menyebut keterbatasan literasi digital dan sumber daya sebagai hambatan penerapan AI. Pendampingan membantu pelaku usaha memahami proses, menjaga data, dan mengevaluasi hasil penggunaan.
References
- Workshop FEBI Berdampak, UIN Jambi Dorong UMKM Manfaatkan AI dan Pemasaran Digital · Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
- FEBI UIN Jambi Dorong UMKM Manfaatkan AI dan Digital Marketing untuk Bersaing · Jambi Prima
- Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Pemasaran Digital Bagi Kelompok Rumah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Labuhanbatu · Jurnal Pengabdian Masyarakat


